Journal of Social Service and Empowerment
https://journal.polteksahid.ac.id/index.php/josse
<p>Community Service Journal of Social Service and Empowerment (JOSSE) is a journal managed by the Institute for Research and Community Service of the Polytechnic Sahid with ISSN 3063-8860 (Print) and ISSN 3063-8852 (Online). This journal contains articles on community service with the scope of social service, community empowerment, and social welfare in the context of improving human life and civilization in the present and future. The journal publishes scientific works of an inter-, multi-, or transdisciplinary nature from various fields of science and scientific themes of empowerment for the community regardless of ethnicity, race, religion, and class. <br />The Journal of Social Service and Empowerment is a double-masked, peer-reviewed electronic journal published in August and January. Academicians, researchers, students, social workers, and others are invited to submit articles relevant to this journal's mission. All articles in this journal will undergo editorial screening and double-anonymous peer review by at least two reviewers.</p> <p>Contact person:<br />Kadek Wiweka [Editor-in-chief]<br />Email: [email protected]<br />Mobile phone: +62 817-0175-358</p> <p>JOSSE published by Politeknik Sahid<br />Jalan Kemiri Raya No. 22, Pondok Cabe Pamulang, Kota Tangerang Selatan 15418</p> <p>In collaboration with <a href="https://phri.or.id/">Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI)</a> & <a href="https://drive.google.com/file/d/1yuZ1NdB5qVptlm9YhgJbh4wo5ql4vFjo/view">Indonesian Tour Leaders Association (ITLA)</a></p>Politeknik Sahiden-USJournal of Social Service and Empowerment3063-8860Transformasi Ruang Domestik Akibat Overtourism Non-Material di Desa Adat Penglipuran Bali
https://journal.polteksahid.ac.id/index.php/josse/article/view/883
<p>Keberhasilan Desa Adat Penglipuran sebagai destinasi pariwisata berkelanjutan global umumnya dinarasikan melalui kepatuhan komunal terhadap filosofi Tri Hita Karana dan pelestarian arsitektur vernakular. Namun, intensifikasi komodifikasi budaya memunculkan fenomena yang penelitian ini istilahkan sebagai overtourism non-material, yaitu kondisi yang mengikis batas ruang privat penduduk. Penelitian ini mengkaji secara kritis transformasi fungsional dan negosiasi sosiokultural yang terjadi di ruang domestik akibat tekanan pariwisata massal. Dengan pendekatan etnografi kritis yang dipadukan dengan analisis triad spasial Lefebvre, data dikumpulkan dari total 18 informan 12 perempuan pelaku usaha pariwisata berbasis rumah tangga, 3 anggota prajuru desa, dan 3 kepala keluarga yang melakukan modifikasi ruang melalui wawancara mendalam, observasi partisipatoris, dan analisis dokumen hukum adat (BUPDA). Temuan menunjukkan bahwa ruang domestik, khususnya paon (dapur tradisional) dan teba (halaman belakang), telah bertransformasi menjadi zona komersial hibrida yang memicu kelelahan psikologis dan beban ganda bagi perempuan. Menghadapi rigiditas regulasi tata ruang adat, warga melakukan resistensi mikropolitik melalui modifikasi spasial terselubung untuk mempertahankan privasi dan otonomi mereka. Dibandingkan kajian terdahulu yang berhenti pada deskripsi kepatuhan institusional, kebaruan utama penelitian ini bersifat ganda: secara teoretis, penelitian ini menegaskan overtourism non-material sebagai kategori analitis baru yang memperluas literatur overtourism melampaui daya dukung ekologis dan indikator makroekonomi ke dimensi psikologis dan spasial rumah tangga, secara metodologis, penelitian ini menempatkan agensi mikropolitik akar rumput khususnya perempuan sebagai unit analisis utama, alih-alih memperlakukan kelembagaan adat sebagai entitas monolitik yang patuh. Penelitian ini mengimplikasikan perlunya reorientasi kebijakan desa wisata agar tidak hanya berfokus pada agregat makroekonomi dan estetika fisik, tetapi juga sensitif terhadap perlindungan psikologis dan kesetaraan relasi gender di ranah domestik.</p>Ashri RamadhanMuhammad Zikri
Copyright (c) 2026 Journal of Social Service and Empowerment
2026-08-312026-08-3132566310.56743/josse.v3i2.883Pemberdayaan UMKM Frozen Food Desa Leuwimalang melalui Strategi Pemasaran Digital
https://journal.polteksahid.ac.id/index.php/josse/article/view/923
<p>Perkembangan teknologi digital mendorong UMKM untuk mengadopsi strategi pemasaran yang lebih efektif melalui media digital. Namun, pelaku UMKM di Desa Leuwimalang masih menghadapi keterbatasan dalam pemanfaatan media sosial, marketplace, dan pembuatan konten digital untuk memasarkan produk Getuk Lindri Frozen dan Montato Frozen. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kapasitas pelaku UMKM dalam menerapkan strategi digital marketing melalui pendekatan <em>community-based participatory engagement</em>. Program dilaksanakan menggunakan metode deskriptif-kualitatif dengan tahapan observasi, penyuluhan, pelatihan, pendampingan, serta evaluasi berbasis observasi fasilitator dan dokumentasi kegiatan. Sebanyak 25 peserta yang terdiri atas pelaku UMKM, masyarakat, Karang Taruna, dan Pokdarwis terlibat dalam kegiatan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai branding, fotografi produk, pemanfaatan media sosial, marketplace, dan pembuatan konten promosi menggunakan Canva. Peserta juga menunjukkan motivasi dan kepercayaan diri yang lebih baik dalam memanfaatkan teknologi digital untuk pemasaran. Meskipun demikian, temuan masih bersifat deskriptif karena belum didukung instrumen evaluasi yang tervalidasi. Oleh karena itu, kegiatan lanjutan disarankan menggunakan pre-test dan post-test serta indikator kinerja digital dan pemasaran untuk mengukur dampak program secara lebih objektif.</p> <p> </p>Lilis Ari RistantiIlham Sukma WijayaAgus Setijo PurnomoHayati NufusHeru Suheryadi
Copyright (c) 2026 Journal of Social Service and Empowerment
2026-08-312026-08-3132647010.56743/josse.v3i2.923Pendampingan Pembuatan Legalitas Usaha dan Pemasaran Digital Guesthouse Di Wisata Tematik Mulyaharja
https://journal.polteksahid.ac.id/index.php/josse/article/view/864
<p>Rendahnya tingkat hunian (<em>occupancy rate</em>) guesthouse di sekitar Kawasan Wisata Tematik AEWO Mulyaharja, Bogor, menjadi masalah utama meskipun kunjungan wisatawan reguler harian selalu ramai. Wisatawan umumnya tidak mengetahui keberadaan penginapan lokal tersebut akibat keterbatasan pemasaran yang masih konvensional. Pentingnya topik pengabdian masyarakat ini terletak pada upaya pengentasan masalah tersebut melalui pemanfaatan ekosistem digital untuk mendongkrak perekonomian warga. Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi legalitas usaha dan pemasaran digital, memfasilitasi pembuatan NPWP dan Nomor Induk Berusaha (NIB) via sistem Online Single Submission (OSS), serta mendampingi pendaftaran akun pada platform Online Travel Agent (OTA) seperti OYO. Metode yang diterapkan adalah pelatihan dan pendampingan langsung (<em>action learning</em>) dengan kombinasi demonstrasi visual menggunakan media TV dan bimbingan intensif secara personal (<em>one-on-one mentoring</em>). Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pemahaman aspek digitalisasi berhasil diperkenalkan kepada 30 pelaku UMKM. Namun, indikator keberhasilan baru mencapai tahap registrasi awal. Hanya 2 dari 30 peserta yang menyelesaikan pendaftaran hingga final akibat kendala infrastruktur digital (sinyal dan kuota internet) serta hambatan psikologis berupa ketakutan warga terhadap beban pajak pasca-pembuatan NPWP. Sebagai solusi jangka pendek, tim memberikan akses internet (<em>sharing wifi</em>) dan edukasi persuasif regulasi pajak. Kesimpulannya, pengabdian ini krusial sebagai fondasi awal digitalisasi, namun memerlukan sarana internet yang memadai serta pendampingan berkelanjutan secara door-to-door untuk memastikan seluruh pelaku usaha sukses terintegrasi di platform OTA.</p>YuliantiFX Setiyo WibowoAnik YuniatiRia AryaniYuni Deviyanti
Copyright (c) 2026 Journal of Social Service and Empowerment
2026-08-312026-08-3132717710.56743/josse.v3i2.864Peningkatan Kepuasan Stakeholder Melalui Pelatihan Service Excellence Tenaga Administrasi Sekolah di Karawang
https://journal.polteksahid.ac.id/index.php/josse/article/view/938
<p>Program pengabdian kepada masyarakat ini mengatasi kesenjangan kompetensi dan disrupsi komunikasi administratif pada Tenaga Administrasi Sekolah (TAS) di Yayasan Ma'had Al-Istiqlal dan madrasah binaan di Kabupaten Karawang yang memengaruhi kepercayaan publik dan mutu layanan. Berlandaskan Teori Pemangku Kepentingan dan Teori Kualitas Pelayanan<em> (SERVQUAL)</em>, program ini mengimplementasikan Sistem Manajemen Pelayanan dan Komunikasi Administrasi Terpadu (Simpel-KAT). Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan partisipatif melalui workshop interaktif Pelayanan Prima, simulasi penanganan keluhan berbasis metode <em>H.E.A.T</em>, serta penyusunan draf komunikasi digital menggunakan <em>Google Workspace</em>. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman kognitif peserta sebesar 22% hingga 25%, tingkat keberhasilan 85% dalam simulasi resolusi konflik, serta pemangkasan waktu penyusunan administrasi hingga 60%. Selain itu, program ini sukses mengubah pola pikir TAS menjadi duta sekolah (<em>brand ambassador</em>) yang proaktif. Hasil tersebut menggarisbawahi pentingnya intervensi terstruktur untuk memodernisasi tata kelola non-akademik sekolah demi mewujudkan pendidikan berkualitas.</p>Muhamad FadholiRugaiyahRizqi Nur AfifahGelar Gelora MestikaSalwa Yumna AuliyaGhefira BellaniSiti Zulaikha
Copyright (c) 2026 Journal of Social Service and Empowerment
2026-08-312026-08-3132789110.56743/josse.v3i2.938Pemberdayaan Masyarakat Melalui Penyediaan Tempat Sampah Botol Plastik Sebagai Media Edukasi Lingkungan di Dusun Krandekan, Desa Wonorejo
https://journal.polteksahid.ac.id/index.php/josse/article/view/947
<p>Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi dan kesadaran ekologis masyarakat dalam pengelolaan sampah plastik sebagai upaya mewujudkan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan. Kegiatan dilaksanakan oleh mahasiswa KKN UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung di Dusun Krandekan, Desa Wonorejo, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung, dengan mengusung tema <em>“Literasi Digital Menuju Desa Ramah Lingkungan”</em>. Kegiatan dilaksanakan melalui observasi lingkungan, kerja sama dengan pemerintah desa dan masyarakat, sosialisasi pemilahan sampah, penyediaan tempat sampah khusus botol plastik, pemasangan fasilitas, dan pengawasan pemanfaatannya. Kegiatan dilaksanakan dengan menyediakan satu unit tempat sampah botol plastik khusus yang ditempatkan pada lokasi strategis di Dusun Krandekan. Kegiatan ini melibatkan 8 orang yang terdiri atas pemuda, warga dan kelompok KKN Wonorejo. Sarana ini tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas penampungan, tetapi juga berfungsi sebagai alat edukatif untuk mendorong pemilahan sampah, meningkatkan pemahaman orang tentang sifat sampah plastik yang sulit terurai, dan mendorong masyarakat untuk menjadi lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan. Selain itu, program dirancang dengan mempertimbangkan aspek keberlanjutan melalui keterlibatan masyarakat, khususnya pemuda setempat, dalam pengelolaan dan pemanfaatannya. Pengelolaan lanjutan fasilitas diserahkan kepada pemuda di Dusun Krandegan melalui mekanisme penyaluran kepada bank sampah atau melalui kerja sama dengan pengepul. Kegiatan ini menunjukkan bahwa penyediaan tempat sampah khusus botol plastik yang disertai edukasi dan partisipasi masyarakat dapat menjadi langkah awal dalam mendorong praktik pemilahan sampah di tingkat dusun. Namun, pemantauan jangka panjang masih diperlukan untuk mengukur konsistensi pemanfaatan fasilitas dan perubahan perilaku masyarakat.</p> <p><strong>Kata Kunci</strong> : Literasi Ekologis, Pengelolaan Sampah Plastik, Kesadaran Lingkungan, Keberlanjutan, Desa Wonorejo.</p>Kevin Faiz Syahputra Kevin Faiz SyahputraCahya Camila EvanglinRoyan Albaihaqi FarisChoirul Anwar
Copyright (c) 2026 Journal of Social Service and Empowerment
2026-08-312026-08-31329210110.56743/josse.v3i2.947Peningkatan Kesadaran Dan Keterampilan Generasi Muda Dalam Pengolahan Limbah Plastik Menjadi Paving Block Ramah Lingkungan Melalui Program Kemitraan Masyarakat
https://journal.polteksahid.ac.id/index.php/josse/article/view/951
<p>Permasalahan limbah plastik rumah tangga terus meningkat seir-ing bertambahnya konsumsi masyarakat terhadap produk berba-han plastik. Di Perumahan Riverahills Zona 2 RT 005–007 Ke-lurahan Meruyung, limbah plastik masih didominasi oleh aktivi-tas pembuangan tanpa proses pemanfaatan yang optimal. Kondisi tersebut menunjukkan masih rendahnya pengetahuan dan ket-erampilan generasi muda dalam mengolah limbah menjadi produk yang bernilai guna. Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan kesadaran lingkungan dan keterampilan anggota Karang Taruna melalui edukasi serta pelatihan pembuatan paving block berbahan limbah plastik. Metode yang digunakan meliputi observasi awal, penyuluhan mengenai konsep 3R (<em>Reduce, Reuse, Recycle</em>), demonstrasi proses pembuatan paving block, praktik langsung, diskusi inter-aktif, dan evaluasi menggunakan kuesioner. Hasil kegiatan menunjukkan sekitar 90% peserta mengalami peningkatan pema-haman mengenai pengelolaan limbah plastik dan mampu mengi-kuti tahapan pembuatan paving block sesuai prosedur. Selain itu, kegiatan berhasil meningkatkan kepedulian peserta terhadap lingkungan serta membuka peluang pengembangan usaha ber-basis ekonomi sirkular. Program ini membuktikan bahwa pelati-han berbasis praktik mampu meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan limbah sekaligus mendukung upaya pelestari-an lingkungan.</p>Adam Jamas AssyifaRiyan AriyansahMuhammad Alfi AlfarizziGant Reno Adrian NoorAlfan AprilianAgil HidayatullahFauziah Nazwa Budhi Salsabilla
Copyright (c) 2026 Journal of Social Service and Empowerment
2026-08-312026-08-313210211210.56743/josse.v3i2.951Strategi Pengelolaan Objek Wisata Pantai Dewaruci Jatimalang Di Kabupaten Purworejo Provinsi Jawa Tengah
https://journal.polteksahid.ac.id/index.php/josse/article/view/842
<p>This study aims to analyze the management strategy for Dewaruci Beach in Jatimalang, Purworejo Regency, as a leading tourism asset along the southern coastline. The tourism sector holds significant potential for improving community welfare and serving as a source of foreign exchange. However, in its development, Jatimalang Beach still faces operational challenges such as waste management, visitor safety standards, and vendor resistance regarding relocation policies.</p> <p>This study used a qualitative approach with descriptive methods. Data were collected through participant observation conducted from February to May 2026, in-depth interviews with 15 key informants from the Youth, Sports, and Tourism Agency (Dinporapar) and the community, and documentation studies. Analysis was conducted using the operational effectiveness theory of Robert H. Hayes and Steven Wheelwright.</p> <p>The results indicate that the management strategy for Jatimalang Beach is in transition from Stage 2 (Externally Neutral) to Stage 3 (Internally Supportive). Administratively and physically, management is well underway, with the presence of the Dewaruci Statue as its icon, boosting brand awareness. However, daily operational implementation remains weak, particularly in risk management and local human resource services. This study recommends integrating transportation with YIA Airport, strengthening disaster mitigation through breakwater construction, consistent safety audits, and standardizing services and prices at the business level to increase the destination's competitiveness.</p> <p>Keywords: Management Strategy, Jatimalang Beach, Tourism, Hayes & Wheelwright.</p> <p> </p>Angennisa PrimaDini Murniaty
Copyright (c) 2026 Journal of Social Service and Empowerment
2026-08-312026-08-313211312110.56743/josse.v3i2.842Penguatan Kompetensi Public Speaking Berbasis Hospitality Communication Bagi Pelaku Umkm Di Desa Wisata Leuwi Malang Kabupaten Bogor
https://journal.polteksahid.ac.id/index.php/josse/article/view/921
<p>Pengembangan desa wisata tidak hanya ditentukan oleh daya tarik alam dan budaya, tetapi juga oleh kapasitas sumber daya manusia dalam memberikan pelayanan dan membangun komunikasi dengan wisatawan. Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam ekosistem desa wisata karena berinteraksi langsung dengan pelanggan melalui aktivitas produksi, pemasaran, dan pelayanan. Salah satu kompetensi yang perlu diperkuat adalah kemampuan public speaking, khususnya dalam memperkenalkan produk, menyampaikan informasi, dan membangun hubungan positif dengan pelanggan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi dasar public speaking pelaku UMKM di Desa Wisata Leuwi Malang, Kabupaten Bogor, melalui pendekatan hospitality communication. Kegiatan dilaksanakan melalui metode ceramah interaktif, diskusi kelompok, tanya jawab, simulasi presentasi, dan praktik berbicara di depan peserta. Materi pelatihan mencakup pengenalan public speaking, teknik komunikasi, teknik vokal, bahasa tubuh, struktur presentasi, dan teknik mengatasi rasa gugup. Hasil observasi menunjukkan bahwa peserta memiliki antusiasme tinggi dan mengalami perubahan positif setelah mengikuti pelatihan, terutama dalam hal keberanian memperkenalkan produk, menyusun presentasi sederhana, menggunakan kontak mata dan bahasa tubuh, serta memahami pentingnya komunikasi dalam strategi pemasaran dan pelayanan pelanggan. Pelatihan ini menunjukkan bahwa penguatan kompetensi komunikasi dapat menjadi salah satu pendekatan pemberdayaan masyarakat yang mendukung peningkatan kapasitas pelaku UMKM dalam ekosistem desa wisata. Keberlanjutan program melalui pelatihan lanjutan dan praktik secara berkala diperlukan agar kompetensi yang diperoleh dapat diterapkan secara konsisten dalam aktivitas usaha dan pelayanan wisata.</p>Agustia AdhaBudi SyaifulArif RahmanSeptian Jati PribadiBayu Anggara Sajangbati
Copyright (c) 2026 Journal of Social Service and Empowerment
2026-08-312026-08-313212213410.56743/josse.v3i2.921Eksplorasi Pengelolaan UMKM dan Destinasi Wisata Berbasis Experiential Learning melalui Company Visit
https://journal.polteksahid.ac.id/index.php/josse/article/view/953
<p><span class="s26"><span class="bumpedFont17">Company visits offer participants the opportunity to observe and experience firsthand how a business and a tourism destination are managed. This activity aims to foster an understanding of MSME and tourism destination management through experiential learning. The visits took place at Bakpia Juwara Satoe and the Merapi Lava Tour in Yogyakarta, employing a descriptive qualitative approach based on observation and direct experience. At Bakpia Juwara Satoe, participants observed the </span></span><span class="s27"><span class="bumpedFont17">bakpia</span></span><span class="s26"><span class="bumpedFont17"> making process and engaged in hands-on practice of several production stages. Through these activities, participants gained insight into the importance of skill, hygiene, precision, and consistency in producing high-quality goods. They were also introduced to various </span></span><span class="s27"><span class="bumpedFont17">bakpia</span></span><span class="s26"><span class="bumpedFont17"> flavors developed to meet consumer demands. Subsequently, at the Merapi Lava Tour, participants took a jeep tour visiting several sites, such as the Sisa Harta Museum, Kaliadem Bunker, Alien Rock, and Kali Kuning. This experience provided insight into how Mount Merapi’s natural and historical assets are developed into tourist attractions. Despite limitations regarding visit duration and access to certain data, the activity helped participants bridge the gap between learned concepts and real-world conditions. Thus, company visits serve as a valuable learning experience, enabling participants to gain a more tangible understanding of MSME and tourism destination management. </span></span><span class="s25"><span class="bumpedFont17">Keywords: MSME, Tourism Destination, Experiential Learning, Company Visit</span></span></p>Ni Putu Liana PutriDewa Ayu Alit Trisna ParamytaClodiya Azzahra Juniya Putri
Copyright (c) 2026 Journal of Social Service and Empowerment
2026-08-312026-08-313213514210.56743/josse.v3i2.953Strategi Storytelling dalam Membangun Kapasitas Komunikasi Publik Untuk Pemberdayaan UMKM di Desa Wisata Sukadiri
https://journal.polteksahid.ac.id/index.php/josse/article/view/955
<p>Keberhasilan penjualan produk lokal di destinasi wisata sangat bergantung pada kemampuan penjual dalam membangun koneksi emosional dengan wisatawan. Masalah utama pelaku UMKM di destinasi wisata seringkali bukan pada kualitas produk, melainkan pada ketidakmampuan mengomunikasikan nilai produk tersebut, Jurnal ini mendokumentasikan kegiatan PKM yang berfokus pada pelatihan Public Speaking berbasis psikologi konsumen. Dengan mengintegrasikan teknik storytelling, peserta dilatih untuk menyusun strategi komunikasi yang tidak hanya menjual fungsi, tetapi juga emosi dan status. Hasil survei menunjukkan bahwa intervensi ini efektif dalam mengubah pola komunikasi pelaku UMKM dari transaksional menjadi naratif-persuasif.arasi produk yang lebih menarik dan mudah diingat oleh pembeli.</p>Andri KurniawanMuhammad SaringinDewi LestariJalu Wicaksono
Copyright (c) 2026 Journal of Social Service and Empowerment
2026-08-312026-08-313214314610.56743/josse.v3i2.955Penguatan Kompetensi Manajemen Event & Pemasaran Berbasis Internet Melalui Pelatihan Bagi Masyarakat Desa di Kecamatan Rancakalong
https://journal.polteksahid.ac.id/index.php/josse/article/view/956
<p>Event memiliki peran strategis dalam pelestarian budaya, penguatan identitas destinasi, serta pengembangan ekonomi masyarakat lokal. Desa Rancakalong memiliki potensi budaya melalui Upacara Adat Ngalaksa dan seni musik Tarawangsa, serta fasilitas Geoteater yang dapat dikembangkan sebagai ruang pertunjukan dan wisata edukasi. Namun, pengelolaan event masih menghadapi kendala berupa belum optimalnya sistem pengelolaan, promosi dengan pemanfaatan platform digital, koordinasi antarkelembagaan, dan integrasi produk UMKM berkualitas. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan event budaya dan pemasaran berbasis internet. Metode pelaksanaan meliputi Focus Group Discussion (FGD), observasi lapangan, pelatihan, dan evaluasi. Dari kegiatan PKM ini, peserta memperoleh wawasan mengenai perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, evaluasi kegiatan, serta strategi promosi melalui website dan media sosial. Kegiatan berlangsung secara partisipatif dan kolaboratif serta menunjukkan antusiasme masyarakat dalam mengembangkan event budaya dan produk UMKM secara lebih profesional. Keberlanjutan program masih diperlukan dalam bentuk pendampingan untuk memperkuat kapasitas masyarakat, promosi digital, pelestarian budaya, dan pengembangan Rancakalong sebagai destinasi wisata berbasis budaya.</p>Rina KurniawatiTarandhika TantraMuhammad Azhari
Copyright (c) 2026 Journal of Social Service and Empowerment
2026-08-312026-08-313214715410.56743/josse.v3i2.956Penguatan Green Operations Management Pada UMKM Pariwisata Sebagai Strategi Efisiensi Operasional Dan Pariwisata Berkelanjutan
https://journal.polteksahid.ac.id/index.php/josse/article/view/962
<p><em>Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan kapasitas pengelola UMKM pariwisata melalui penerapan Green Operations Management yang mengintegrasikan efisiensi operasional dengan prinsip pariwisata berkelanjutan. Kegiatan dilaksanakan dengan melibatkan 20 UMKM pariwisata di Kawasan Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, yang terdiri atas usaha kuliner, cendera mata, serta jasa pendukung aktivitas pariwisata. Pelaksanaan kegiatan meliputi identifikasi kondisi awal, pelatihan, pemetaan proses operasional, penyusunan Green Standard Operating Procedure (Green SOP), implementasi, serta monitoring dan evaluasi. Materi pendampingan mencakup efisiensi energi dan air, pengelolaan dan pemilahan sampah, pengurangan food waste, pengendalian persediaan, sustainable purchasing, serta pemanfaatan pemasok lokal. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta dari nilai rata-rata pre-test sebesar 62,4 menjadi 84,8 pada post-test, atau meningkat sebesar 35,9%. Program juga menghasilkan enam Green SOP yang terdiri atas SOP Efisiensi Penggunaan Energi, SOP Efisiensi Penggunaan Air, SOP Pengelolaan dan Pemilahan Sampah, SOP Pengurangan Food Waste, SOP Pengendalian Persediaan, serta SOP Sustainable Purchasing dan Pemasok Lokal. Hasil monitoring operasional menunjukkan penurunan konsumsi energi sebesar 12,4%, konsumsi air sebesar 12,5%, sampah operasional sebesar 22,1%, food waste sebesar 23,7%, dan biaya operasional sebesar 10,8%, serta peningkatan proporsi pembelian dari pemasok lokal sebesar 24,4% dibandingkan kondisi awal. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan Green Operations Management dapat menjadi pendekatan praktis untuk menerjemahkan prinsip pariwisata berkelanjutan ke dalam sistem operasional UMKM yang lebih terukur, efisien, dan berorientasi pada perbaikan berkelanjutan.</em></p>Kohar SulistyadiDerinta EntasNi Made Dwiyana Rasuma PutriHeru Suheryadi
Copyright (c) 2026 Journal of Social Service and Empowerment
2026-08-312026-08-313215516910.56743/josse.v3i2.962