Penguatan Green Operations Management Pada UMKM Pariwisata Sebagai Strategi Efisiensi Operasional Dan Pariwisata Berkelanjutan
DOI:
https://doi.org/10.56743/josse.v3i2.962Keywords:
pariwisata berkelanjutan, green operations management, UMKM pariwisata, efisiensi operasional, Green SOPAbstract
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan kapasitas pengelola UMKM pariwisata melalui penerapan Green Operations Management yang mengintegrasikan efisiensi operasional dengan prinsip pariwisata berkelanjutan. Kegiatan dilaksanakan dengan melibatkan 20 UMKM pariwisata di Kawasan Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, yang terdiri atas usaha kuliner, cendera mata, serta jasa pendukung aktivitas pariwisata. Pelaksanaan kegiatan meliputi identifikasi kondisi awal, pelatihan, pemetaan proses operasional, penyusunan Green Standard Operating Procedure (Green SOP), implementasi, serta monitoring dan evaluasi. Materi pendampingan mencakup efisiensi energi dan air, pengelolaan dan pemilahan sampah, pengurangan food waste, pengendalian persediaan, sustainable purchasing, serta pemanfaatan pemasok lokal. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta dari nilai rata-rata pre-test sebesar 62,4 menjadi 84,8 pada post-test, atau meningkat sebesar 35,9%. Program juga menghasilkan enam Green SOP yang terdiri atas SOP Efisiensi Penggunaan Energi, SOP Efisiensi Penggunaan Air, SOP Pengelolaan dan Pemilahan Sampah, SOP Pengurangan Food Waste, SOP Pengendalian Persediaan, serta SOP Sustainable Purchasing dan Pemasok Lokal. Hasil monitoring operasional menunjukkan penurunan konsumsi energi sebesar 12,4%, konsumsi air sebesar 12,5%, sampah operasional sebesar 22,1%, food waste sebesar 23,7%, dan biaya operasional sebesar 10,8%, serta peningkatan proporsi pembelian dari pemasok lokal sebesar 24,4% dibandingkan kondisi awal. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan Green Operations Management dapat menjadi pendekatan praktis untuk menerjemahkan prinsip pariwisata berkelanjutan ke dalam sistem operasional UMKM yang lebih terukur, efisien, dan berorientasi pada perbaikan berkelanjutan.









